Home » Archives for December 2012
Kisah Sedih Seorang Ibu (Sediakan Tisu)
Persahabatan.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Kisah Sedih Seorang Ayah.
Mungkin dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah agar kita takan
menyia-nyiakan apa yang telah diberikan oleh sang pencipta. Oke deh kita
langsung saja baca dengan hati yang paling dalam Kisah Sedih Seorang
Ayah
dibawah ini dengan lengkap.
Pengorbanan.
published by Rizky Ramadhan.
Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
"Perlindungan Seorang Adik Terhadap Kakak nya"
Aku adalah seorang perempuan yang dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
PENGORBANAN SEORANG SAHABAT SEJATI
Kringgg……!!!
“mama… jam berapa nich… kok jam ku udah bunyi…?
“Jam 7 kurang 10, nggak niat ke SEKOLAH kamu Za?”
“what? Mati aku….!”
Ucap Liza pagi itu, dia bergegas mandi dan memakai bajunya walaupun tergesa-gesa.
Ia langsung menaiki mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Itu memang sudah menjadi kebiasaan Liza.
Sesampai di sekolah, ternyata semua siswa sudah masuk.Liza bingung dia
harus bagaimana lagi. Sedangkan guru yang super duper galak itu sudah
ada di ruangan.
Istanamu Hanya Untuknya
Tetes demi tetes masih tersisa dari hujan sore itu. Hiruk pikuk para
pekerja kantoran dan beberapa anak berseragam putih abu-abu terdengar
sayup-sayup dari kejauhan dibawah sebuah halte bus yang menyelamatkan
mereka dari tetes-tetes menyejukkan dan cipratan lumpur di sekitar
tempat itu. Aku berlari menuju sebuah halte bus untuk menyelamatkan
diri dari tetesan itu seperti orang-orang kebanyakan, dan berdiri
sejajar dengan mereka. Tepat pukul 16.00 bus Kopaja berhenti di
hadapanku, bus yang penuh sesak itu tetap memaksaku untuk tetap ku
masuki. Saat ku coba memegang salah satu tiang dari bus untuk membantuku
naik, aku terjatuh karena secara tiba-tiba bus itu menyalakan mesinnya
dan melaju. “arrghh sial”. Saat ku paksa diriku untuk bangkit, hampir
saja aku terhuyung jatuh karena kakiku terlalu sakit untuk menyangga
tubuhku.
Terlalu jauh
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan
dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya,
aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena
paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

